Logo BEM UNS 2020
Kajian Akademik

Kebijakan UKT Selama Pandemi Terhadap Kemampuan Ekonomi Mahasiswa

BEM UNS Jumat, 26 Juni 2020

Apakah mungkin bagi UNS meringkankan biaya UKT selama pandemi?
Kebijakan UKT UNS selama Pandemi Terhadap Kemampuan Ekonomi Mahasiswa UNS

COVID-19 (Corona Virus Disease) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh corona virus dan memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa, kemudian berlanjut pada sakit parah dan radang paru (Pneumonia).Pada tanggal 11 Maret 2020, Organisasi kesehatan dunia (WHO) resmi menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global. Berdasarkan data dari WHO, per tanggal 16 Juni 2020 ada 216 negara yang terinfeksi COVID-19. Di Indonesia sendiri, per tanggal 16 Juni 2020 dilaporkan ada 40.400 orang yang positif terinfeksi COVID-19, pasien yang sembuh sebanyak 15.703 orang, dan yang meninggal sebanyak 2.231 orang.

Merespon pernyataan WHO yang menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global, Pemerintah Kota Solo pun menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) yang mulai diberlakukan pada tanggal 13 Maret 2020. Hadirnya pandemi COVID-19 berimplikasi pada berbagai kegiatan dan roda kehidupan. Masyarakat dari berbagai lapisan, baik pekerja informal, pedagang, tenaga medis, pelajar, bahkan mahasiswa juga merasakan dampaknya. Aspek ekonomi, sosial, kesehatan, dan pendidikan turut goyah diterpa COVID-19. Di bidang ekonomi, banyak kegiatan perekonomian yang terhambat, para pekerja banyak yang dirumahkan sementara, bahkan tidak sedikit pula yang mengalami pemutusan hubungan kerja. Di bidang pendidikan, hadirnya
pandemi COVID-19 mengubah sistem pembelajaran dari yang awalnya luring menjadi sistem daring dengan memanfaatkan berbagai aplikasi seperti Whatsapp, Google Meet, dan Zoom.

Kebijakan UNS

Hal serupa juga dilakukan oleh Universitas Sebelas Maret, berdasarkan Surat Edaran Nomor 1480/UN27/HK/2020 Tentang Kewaspadaan Dini, Kesiapsiagaan serta Tindakan Antisipasi Pencegahan Penyebaran Infeksi COVID-19 di Lingkungan Universitas Sebelas Maret, diinformasikan bahwa kegitan belajar mengajar tetap berjalan dengan menerapkan beberapa kebijakan. beberapa kebijakan tersebut ialah mengubah bentuk kuliah tatap muka menjadi pembelajaran dari yang terhitung sejak Senin, 16 Maret 2020, kegitan praktik laboratorium, praktik klinik, dan praktik di industri dapat dilakukan penjadwalan ulang atau diganti dengan metode lain, dan semua dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan harus menunda atau menjadwal ulang penyelenggaraan berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Hingga saat ini Universitas Sebelas Maret masih menerapkan kegiatan kuliah dengan sistem daring. Surat edaran mengenai sistem kuliah daring masih terus diperbaharui dan diperpanjang. Berdasarkan Surat Edaran terbaru, yakni Surat Edaran Nomor 40/UN27/SE/2020 Tentang Perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Aktivitas di Kampus Universitas Sebelas Maret, dinyatakan bahwa kegiatan pembelajaran secara daring masih tetap diterapkan dan diperpanjang hingga 30 Juni 2020. Dalam ranah pendidikan, dampak dari sistem pembelajaran secara daring sangat dirasakan. Sistem pembelajaran secara daring dinilai kurang efektif sebab mahasiswa dibebankan lebih banyak tugas daripada pembelajaran normal. Selain itu, mahasiswa tidak mendapatkan haknya secara maksimal yang mana seharusnya mahasiswa dapat menikmati fasilitas kampus sebagaimana mestinya.


Unduh Dokumen