Logo BEM UNS 2020
Kajian Akademik

Stimulus Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di Masa Pandemi, Tepat Sasaran?

BEM UNS Senin, 29 Juni 2020

Apakah BLT Dana Desa sudah tepat sasaran?
Stimulus Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di Masa Pandemi, Tepat Sasaran?

Kehadiran Dana Desa adalah pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan desa. Dana Desa bersumber dari APBN yang diperuntukkan bagi desa yang disalurkan melalui anggaran belanja daerah kabupaten/kota. Dana ini ditujukan untuk penyelenggaraan pemerintahan, progam pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat desa. Anggaran Dana Desa semakin besar pada pemerintahan Presiden Joko Widodo, hal tersebut didorong oleh pemerintah yang memiliki fokus besar pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Sedari awal, Dana Desa difokuskan untuk memberdayakan desa supaya semakin produktif serta untuk menanggulangi kemiskinan yang dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPD). Pelaksanaan yang dibiayai dari Dana Desa berpedoman pada pedoman teknis yang ditetapkan oleh Bupati/Walikota mengenai kegiatan yang dibiayai dari Dana Desa. Pelaksanaan kegiatan yang dibiayai Dana Desa diutamakan secara swakelola dengan menggunakan sumber daya/bahan baku lokal, dan diupayakan dengan lebih banyak menyerap tenaga kerja dari masyarakat desa setempat.

Namun saat ini, kondisi pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Ekonomi mulai melesu, konflik sosial mulai meningkat, dan kondusivitas masyarakat menjadi terancam karena sulitnya untuk memenuhi kebutuhan. PHK yang menjadi salah satu dampak pandemi Covid-19, alhasil kemiskinan semakin meningkat. Menurut Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) memprediksi bahwa kemiskinan di Indonesia akan naik sebesar 9,7 – 12,4 persen atau sekitar 1,3 – 8,3 juta jiwa. Kelesuan ekonomi nasional yang menyebabkan kemiskinan dikarenakan adanya kebijakan Social Distancing dan Physical Distancing. Mobilitas masyarakat semakin berkurang, sehingga roda perputaran ekonomi juga semakin melambat. Prediksi pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 2,1 persen atau bahkan 0 persen.

Kondisi seperti ini mengakibatkan beban desa untuk membantu masyarakat semakin besar, terlebih lagi pada konteks keuangan desa. Masyarakat semakin banyak yang membutuhkan, sehingga masyarakat desa juga membutuhkan sumber daya keuangan yang sesuai dengan kebutuhan selama masa pandemi. Pada kondisi seperti ini Dana Desa menjadi kebijakan alternatif untuk membantu kebutuhan masyarakat, walaupun sejatinya Dana Desa memiliki target alokasi untuk pemberdayaan program-program masyarakat namun karena kondisi krisis akibat COVID-19 maka akan dilakukan relokasi Dana Desa dengan tujuan membantu masyarakat desa yang terdampak pandemi.

Kebijakan Dana Desa yang direlokasikan untuk program Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau bantuan-bantuan lainnya menjadi fokus utama, usaha untuk mengawasi dan menganalisa perlu dilakukan. Proses pembuatan regulasi, landasan hukum, persentase relokasi untuk bantuan terdampak pandemi, dan sistematika penyaluran perlu diperhatikan bersama. Hal tersebut perlu dilakukan untuk melakukan pencegahan terhadap kasus-kasus penggelapan Dana Desa.


Unduh Dokumen